Cara Dapatkan Sertifikat Vaksinasi Covid

Demikian penjelasan tentang cara mendapatkan vaksin Covid-19 gratis dari pemerintah. Bagi yang tidak memiliki ponsel, cara untuk mendapatkan vaksin Covid-19 bisa dengan melakukan verifikasi melalui Babinsa/Babinkamtibmas. Verifikasi ini akan dibantu dan melibatkan Lurah, Kepala Dusun, Ketua RT/RW serta puskesmas setempat. Untuk diketahui, orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 adalah Presiden Joko Widodo.

Para pekerja dari luar DKI Jakarta dan bekerja di DKI Jakarta dapat membawa surat keterangan bekerja atau kartu ID pegawai. Tahap kelima pasien baru bisa mengunjungi fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan terdekat dengan lokasi pasien. Kemudian tempat fasilitas seperti RS, klinik maupun puskesmas akan melakukan validasi QR code yang didapat oleh pasien di dalam aplikasi itu.

Khusus untuk vaksin bantuan pemerintah, terdapat masyarakat yang mendapatkan prioritas. Mereka adalah anggota TNI/Polri, tenaga kesehatan, dan penegak protokol kesehatan lainnya. Masyarakat yang di luar latar belakang itu, diharapkan untuk bisa masuk dalam jenis vaksin mandiri.

Setelah tahap tersebut dilewati, pada tahap akhir terdapat verifikasi dan pengambilan keputusan lanjutan. Pada tahapan ini, masyarakat yang berhasil disuntik vaksin akan terus dipantau berdasarkan hasil vaksinasi di awal. Berusia 18 tahun ke atasMemiliki KTP DKI Jakarta atau surat keterangan domisili dari RT/RW setempat.

Warga DKI Jakarta yang berumur 18 tahun ke atas kini bisa mendaftar vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi JAKI. Pemprov DKI Jakarta terus gencar melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upatya untuk menekan penyebaran virus Corona yang belakangan ini jumlah kasusnya terus meningkat.

Melansir dari Kompas, dalam surat tersebut dijelaskan pula beberapa hal yang menjadi pertimbangan Kementerian Kesehatan RI untuk menetapkan program vaksinasi untuk warga Jakarta yang berusia 18 tahun ke atas. Warga yang mendapatkan vaksinasi adalah yang memiliki KTP, domisili atau bekerja di wilayah tersebut. Penyuntikan vaksin bisa dilakukan di seluruh fasilitas vaksinasi di Jakarta. Calon penerima vaksin akan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum mendapat suntikan vaksinasi. Sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta juga melayani vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum di atas usia 18 tahun.

Melayani pendaftaran di tempat, namun lebih memprioritaskan yang mendaftar online terlebih dahulu. Silahkan lakukan pendaftaran terlebih dahulu di bit.ly/daftarvaksincovid19cengkareng. Bagi Anda yang punya orang tua lansia, atau sudah berusia 18 tahun ke atas, segera daftarkan mereka serta diri Anda untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Selain Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua B, masyarakat umum di atas usia 18 tahun di wilayah Jakarta Utara bisa datang ke SMP 270 Jakarta Utara (dimulai pukul 08.00-kuota habis) dan Gor Yudo (dimulai pukul 08.00-kuota habis).

Cara mendapatkan vaksin di Jakarta

Ia mengatakan pelaksanaan vaksinasi itu diselenggarakan di seluruh fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas serta sentra vaksinasi di DKI Jakarta. Pada tahap ini, suntik vaksin Covid-19 dilakukan untuk usia lebih dari 18 tahun, dengan catatan tetap memprioritaskan pemberian vaksin kepada nakes, pralansia, lansia, petugas pelayanan publik dan masyarakat rentan lainnya. Masyarakat umum di DKI Jakarta berusia di atas 18 tahun dapat melakukan suntik vaksin Covid-19. Kementerian Kesehatan telah memberikan izin pelaksanaan vaksinasi virus corona tahap ke-3 dengan goal masyarakat umum di DKI Jakarta. WNA, dengan syarat guru atau dosen, lansia berusia 60 tahun ke atas, dan tinggal di zona merah, membawa surat keterangan tempat tinggal dan KTP WNA.

“Untuk menuju terbentuknya kekebalan kelompok, selain vaksinasi perlu tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak,” pesan Arya. Berbagai tahapan penerimaan vaksinasi memang dilakukan melalui ponsel. Terkhusus bagi yang tidak memiliki ponsel, cara mendapat vaksin COVID-19 akan diverifikasi melalui Babinsa/Babinkamtibmas. Tentu melibatkan Lurah, Kepala Dusun, Ketua RT/RW serta puskesmas setempat. Progam vaksinasi ini menggunakan anggaran negara sehingga penerima vaksin tidak dipunggut biaya apapun.

• Jika kuota vaksinasi di lokasi yang dipilih sudah penuh, pendaftar bisa mengganti lokasi vaksinasi sesuai dengan fasilitas kesehatan yang masih membuka kuota vaksinasi. Kelompok prioritas kelima yakni, peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran sekitar 86 juta orang dengan total kebutuhan vaksin 173 juta dosis. Nah, cara mendapatkan vaksin COVID-19 bisa dilakukan dengan enam tahapan sampai registrasi dan verifikasi. Calon penerima akan mendapat SMS notifikasi Blast dengan ID pengirim PEDULICOVID.