Efek Samping Vaksin Astrazeneca, Apakah Bahaya Dan Efikasinya

Dilansir dari laman Kemenkes RI, Organisasi Kesehatan Dunia menyimpulkan bahwa vaksin ini memiliki efikasi maksimal seventy six persen. Di sisi lain, penghentian distribusi vaksin Astrazeneca merupakan bentuk upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Lengan yang terasa sakit setelah suntik vaksin Covid-19 termasuk efek samping umum yang bisa diatasi. PIKIRAN RAKYAT – Dr. Tirta menyampaikan pemberian vaksin Covid-19 di Jakarta telah mulai menyasar prioritas keempat, yakni untuk usia 18 tahun ke atas. Vaksin AstraZeneca dihentikan sementara Kemenkes dan BPOM, demi keamanan penggunaan. “Biasanya efek samping dari vaksinasi ini muncul 1-2 hari dan menghilang tanpa/dengan pengobatan,” lanjut dia.

Pasalnya, WHO menilai, vaksin tetap memberikan perlindungan dalam upaya melawan bagian virus yang tidak mengalami mutasi. Diplomasi vaksin itu sendiri, bilateral maupun multilateral, telah menghasilkan komitmen pengiriman vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Dua merek vaksin lain, yakni Sinopharm dan Moderna, telah dikonfirmasi akan dipakai untuk vaksinasi gotong-royong alias mandiri.

Rasa nyeri ini bisa disebabkan karena nyeri otot dan merupakan respon alami tubuh terhadap benda asing, yang akan hilang setelah 1-2 hari. Demam ringan yang terjadi usai mendapatkan suntikan vaksin ini bukan menjadi pertanda yang mengkhawatirkan. Ini terjadi saat senyawa biokimia mengaktifkan sel kekebalan, dan membuat penanda inflamasi tertentu meningkat dan menyebabkan demam, kemerahan, atau pembengkakan. Terkait efek sampingnya, dua relawan pun mengungkapkan hal yang mereka rasakan setelah mendapat suntikan vaksin tersebut.

BRUSSELS, KAMIS — Badan Pengawas Obat-obatan Eropa mengakui vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dapat memicu penggumpalan darah. Namun, lembaga itu dan beberapa pakar di sejumlah negara menekankan dampak negatif vaksinasi jauh di bawah manfaatnya. Lebih dari 30 juta warga Inggris disuntik dengan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Straus mengatakan tidak menduga efek samping tersebut karena vaksin telah diluncurkan dalam skala besar. “Apa yang kami coba lakukan adalah memberikan semua informasi yang tersedia baik manfaat maupun risikonya,” ujarnya.

Namun, efek samping vaksin AstraZeneca yang satu ini terbilang jarang terjadi. Vaksin AstraZeneca diperuntukkan bagi orang dewasa sehat yang berusia di atas 18 tahun. Belum diketahui efektivitas dan keamanan vaksin ini untuk anak usia di bawah 18 tahun. Jika Anda masih ragu untuk menjalani vaksinasi karena kondisi kesehatan Anda, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan saran dan informasi yang benar.

Riset Inggris menunjukkan efikasi vaksin AstraZeneca terhadap virus B.1.1.7 sekitar 75%. Jika kamu telah memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksin, segera laksanakan vaksinasi. Kita membutuhkan lebih banyak orang untuk divaksinasi dalam waktu lebih cepat.

Apabila dalam waktu tersebut mengalami gejala efek samping vaksin, maka segera lapor kepada petugas di pos vaksinasi setempat untuk mendapat penanganan. Sesudah adanya kematian seorang perawat Austria meninggal dikarenakan trombosis multipel seusai vaksinasi dan yang lain menderita emboli paru, beberapa negara menolak sejumlah vaksin. Namun pemberian vaksin diteruskan untuk para orang tua yang usianya 55 tahun ke atas karena yang terkena pembekuan darah adalah orang yang lebih muda. WHO menyebut vaksin Sinovac memiliki nilai efikasi mencegah fifty one persen kasus COVID-19 bergejala pada orang berusia 18 tahun ke atas.

Efek samping dari Vaksin Astra Zeneca

Di sisi lain, BPOM juga menginvestigasi aspek toksisitas dan sterilistas, salah satu batch vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia. Namun, Pemerintah menegaskan batch atau produksi lain dari vaksin AstraZeneca tetap dilanjutkan alias tidak dihentikan. KOMPAS.TV – Penggunaan vaksin buatan AstraZeneca dengan nomor produksi CTMAV547 dihentikan sementara menyusul uji toksisitas dan strerilitas dari BPOM. Apabila efek samping itu terasa, baik pada wanita dan pria, Prof Harnden menyarankan untuk meminum parasetamol untuk meredakannya.

Tidak ada vaksin yang tidak memiliki efek samping dan efektifitas senilai 100 percent. Maka, dalam hal ini informasi negatif memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan informasi yang sifatnya positif. Informasi negatif mengenai efek samping vaksin yang berbahaya dan mematikan, walau dalam jumlah yang sangat kecil, akan jauh lebih kita ingat dan menimbulkan emosi yang lebih dibandingkan segala manfaat yang diberikan oleh vaksinasi. Cara berpikir manusia memang sering kali tidak luput dari kesalahan dan sering kali membuat kita menjadi tidak rasional. Sementara itu, para peneliti menganggap Johnson & Johnson mampu efektif melawan varian Afrika Selatan dengan efektivitas 85%. Persentase tersebut dinilai dapat mencegah parahnya efek samping akibat Covid-19.