Ini Fakta Keamanan Vaksin Astrazeneca Untuk Covid

Indonesia sendiri sempat menghentikan sementara distribusi satu batch vaksin AstraZeneca yakni CTMAV547 sebagai upaya memastikan keamanan vaksin Covid-19 itu terkait KIPI yang dilaporkan. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Tingkat Pusat & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, penghentian ini sembari menunggu hasil investigasi Komnas KIPI. Beberapa saat sebelum menjalani penyuntikan vaksin, petugas di sentra vaksinasi sempat melakukan diagnosa terhadap riwayat penyakit, gejala, alergi obat, hingga alergi makanan. Setelah segala sesuatunya dianggap normal, petugas pun memberikan suntikan vaksin sekitar pukul 14.00 WIB. “Jadi bagi para sasaran yang sudah dilakukan vaksinasi dibekali obat antigenetik, turun panas atau mengurangi pegal-pegal tadi. Tetapi sejauh ini tidak pernah terlaporkan di kita efek samping atau KIPI yang serius, semuanya yang masuk ke kita KIPI ringan dan itu sehari sembuh, langsung sehat kembali,” jelas Widyastuti.

Masing-masing dosis sebanyak 0,5 ml dan diberikan melalui suntikan intramuskular . Dari 279 kasus yang dilaporkan, 272 kasus ringan dan sembuh dalam waktu singkat, lanjutnya. “Banyak yang pengen bertanya di DM gitu kan, apa sebenernya yang dirasakan, AstraZeneca, habis divaksin,” ujarnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @dr.tirta, Minggu, 13 Juni 2021.

Pemerintah optimistis masyarakat yang vaksinasi capai 70 persen di bulan Agustus. Sebab, dia melanjutkan, vaksin ini sudah teruji dan mendapatkan izin dari otoritas di berbagai negara termasuk Indonesia dan mendapatkan masukan dari ahli. Ini terbukti usai vaksin dilakukan, jumlah kasus, kesakitan, masa rawat terlihat turun. Kemudian Komda KIPI akan melakukan audit dan evaluation daerah, kemudian memberikan keterangan terkait laporan yang disampaikan, kemudian diteruskan komnas KIPI di pusat. Inggris dan Italia berharap orang-orang berusia di bawah 30 tahun diberikan vaksin selain Vaxzeria buatan AstraZeneca. EMA tetap menekankan bahwa manfaat vaksinasi dengan Vaxzeria tetap lebih besar.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan beberapa kasus penghentian AstraZeneca pada usia non-lansia. Beragam reaksi penolakan dari sejumlah pihak mulai muncul, diantaranya banyak dari mereka yang masih mempertanyakan efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin, terutama untuk AstraZeneca. Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari mengatakan, sejauh ini belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan kejadian tersebut dengan vaksin yang diterima.

Efek samping dari Vaksin Astra Zeneca

Hasil ini sesuai dengan persyaratan efikasi untuk penerimaan emergensi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu minimal efikasi 50%. Sedangkan untuk aspek mutu, Badan POM melakukan evaluasi menyeluruh dari dokumen mutu yang disampaikan dengan hasil bahwa vaksin secara umum telah memenuhi syarat. Akibatnya, delapan negara di Eropa pun menangguhkan penggunaan vaksin tersebut. Komite Keamanan EMA dalam sebuah pernyataan menyampaikan bahwa “pembekuan darah yang tidak biasa dengan trombosit darah rendah harus terdaftar sebagai efek samping yang sangat langka.” Sebagaimana vaksin Sinovac, sebelum produk siap digunakan, Badan POM akan melakukan proses lot realese atau rilis kelulusan produk.